RAMADHAN YANG DIRINDUKAN : MENJEMPUT BERKAH LEWAT MABIT SYAHDU DAN AKSI SOSIAL SISWA SD AL ITTIHAD ISLAMIC SCHOOL
Suasana gedung sekolah yang biasanya riuh dengan pelajaran umum, mendadak berubah menjadi pesantren kilat yang penuh kedamaian. Mengangkat tema “Ramadhan yang Dirindukan”, siswa-siswi SD AL ITTIHAD ISLAMIC SCHOOL mengikuti kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa). Selama menginap di sekolah, mereka tidak hanya belajar mandiri, tetapi juga menempa spiritualitas dan kepedulian sosial.
Menghidupkan Malam dengan Lantunan Ayat Suci
Kerinduan akan suasana ibadah kolektif di bulan suci terobati melalui rangkaian agenda keagamaan yang padat namun menyenangkan. Dimulai dari shalat berjamaah yang disiplin, dilanjutkan dengan sesi tadarus Al-Qur’an yang membuat koridor sekolah bergema syahdu.
Puncaknya terjadi pada sepertiga malam terakhir. Di saat dunia terlelap, para siswa bangun dengan penuh semangat untuk menunaikan shalat tahajud. Suasana sunyi membuat momen doa bersama menjadi sangat emosional. Sebagai penyemangat, mereka juga diajak menonton kisah para Nabi melalui layar lebar, memetik hikmah dari perjuangan para teladan Islam.
Syiar Ramadhan Lewat Kompetisi Bakat
Semangat “Ramadhan yang Dirindukan” juga dituangkan dalam berbagai lomba Islami yang meriah untuk mengasah mental dan kreativitas, di antaranya:
MHQ (Musabaqah Hifzil Qur’an): Menguji kelancaran hafalan ayat suci.
Lomba Adzan: Melatih keberanian memanggil umat beribadah.
Kaligrafi: Mengekspresikan keindahan huruf hijaiyah.
Menyanyi Islami & Cerdas Cermat: Menambah keceriaan sekaligus wawasan agama secara tim.
Menebar Kebaikan: Dari Jalanan hingga Santunan
Tak hanya beribadah di dalam ruangan, para siswa diajak mempraktikkan langsung ajaran berbagi. Dengan antusias, mereka turun ke jalan untuk berbagi paket sembako kepada para pejuang nafkah dan warga yang membutuhkan. Tangan-tangan kecil ini belajar bahwa Ramadhan adalah tentang tangan di atas.
Sebagai puncak acara di hari terakhir, kegiatan ditutup dengan momen penuh haru melalui santunan anak yatim. Seluruh rangkaian agenda “Ramadhan yang Dirindukan” ini diakhiri dengan buka puasa bersama yang dihadiri guru, siswa, dan orang tua, menciptakan ikatan kekeluargaan yang semakin erat.
Melalui Mabit ini, sekolah berharap para siswa pulang membawa karakter baru: lebih mandiri, disiplin dalam ibadah, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama.





















